Wednesday, March 14, 2012

SAP ( Satuan Acara Penyuluhan )Stem Cell Sumsum tulang


SAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                         :  Stem Cell/ Pre Operasi dan Post Operasi
Sub topik                   :  Penjelasan Stem Cell pada sumsum tulang
Tujuan                       :  Untuk mengganti sel yang mati
a.       Standart kompetensi :
Setalah mendapatkan pendidikan kesehatan, ibu bapak khususnya yang mempunyai penyakit kelainan darah seperti, anemia, talasemia. Mampu  
b.      Kompetensi Dasar
Setelah menerima pen kes sealama selama 1x60 menit, ibu bapak dan keluarga akan mampu:
1.      Mengetahui devinisi   stem cell sumsum tulang
2.      Mengetaui karakteristik dari stem cell sumsum tulang
3.      Mengetahui Jenis-jenis Stem Cell sumsum tulang
4.      Mengetahui Keunggulan Dan Kekurangan Stem Cell sumsum tulang
5.      Mengetahui manfaat Stem Cell sumsum tulang
6.      Mengetahui persiapan Pre Operasi dan Post Operasi Stem Cell sumsum tulang
                                       
                                     
c.       Sasaran                        :           Orang yang menderita penyakit kelainan darah maupun keluarga yang bersangkutan.
d.      Waktu dan Tempat    
            Hari/Tanggal   : Jum’at, 16 Maret 2012         
            Waktu                         : 13.00-14.00
            Tempat                        : Gedung Aula Rumah Sakit Umum


e.       Materi                          :
ü  Devinisi Stem Cell sumsum tulang
ü  Karakteristik Stem Cell sumsum tulang
ü  Jenis – jenis Stem Cell sumsum tulang
ü  Keunggulan dan Kekurangan Stem Cell sumsum tulang
ü  Manfaat Stem Cell sumsum tulang
ü  Persiapan Pre Operasi dan Post Operasi Stem Cell sumsum tulang.
f.       Metode                        : Ceramah dan Diskusi
g.      Media                          : Leaflet, Lembar Balik dan Power Point
     




Kegiatan Belajar Mengajar

Jenis Kegiatan
Waktu Menit
Acara Pembelajaran
Penyuluh
Sasaran
Pembukaan
5
-     Mengucapkan salam
-     Perkenalan

-     Menjawab salam
-     Memperhatikan
Isi
15
Menjelaskan tentang:
a.       Devinisi Stem Cell sumsum tulang
b.      Karakteristik Stem Cell sumsum tulang
c.       Jenis – Jenis Stem Cell sumsum tulang
d.      Keunggulan dan kekurangan Stem Cell sumsum tulang
e.       Manfaat Stem Cell sumsum tulang
f.       Persiapan Pre Operasi dan Post Operasi Stem Cell sumsum tulang.
Mendengarkan dan memperhatikan
Tanya jawab
5
Memberi kesempatan untuk bertanya dan penyuluh memberi jawaban
Aktif bertanya
Evaluasi dan Penutup
5
-       Memberikan pertanyaan
-       Mengucapkan terima kasih dan salam
Menjawab salam





VII.  Setting Tempat
Penyuluh
Audiens
Audiens
Audiens
Audiens
 
















VIII.    Evaluasi
Standar evaluasi
1.      Masyarakat dapat Menjelaskan devinisi   stem cell sumsum tulang
2.      Masyrakat dapat menjelaskan karakteristik dari stem cell sumsum tulang
3.      Masyarakat dapat menjelaskan  Jenis-jenis Stem Cell sumsum tulang
4.      Masyarakat dapat menjelaskan Keunggulan Dan Kekurangan Stem Cell sumsum tulang
5.      Masyarakat dapat menjelaskan manfaat Stem Cell sumsum tulang
6.      Masyarakat dapat menjelaskan persiapan Pre Operasi dan Post Operasi Stem Cell sumsum tulang
                                       

Pendidikan Kesehatan Pre Operasi dan Post Operasi
(Stem Cell )
Sumsum Tulang















Disusun oleh :
Dewi Sudarwati                   ( 1003091 )
Yuntari                                 ( 1003093 )
Ana Vita Sari                        ( 1003095 )
Lucky Oktaviani                   ( 1003097 )









PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2012




RANGKUMAN STEM CELL SUMSUM TULANG

A. Definisi Stemcell
Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ada penemuan baru di bidang kedokteran yaitu stemcell sedangkan definisi stemcell itu sendiri adalah sel induk yang dapat berdeferensial atau dapat merubah diri menjadi berbagai sel sesuai dengan lingkungan, bisa berubah-ubah menjadi sel otot, sel endokrin, ephitel, dan lain-lain kemudian berkembang lagi menjadi stemcell. Stemcell dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti plasenta, tali pusat janin, darah, dan sumsum tulang belakang. Sedangkan menurut sumber lain stemcell yaitu suatu sel yang belum matang atau belum berdeferensiasi (berubah) menjadi sel atau jaringan tertentu. Dalam bahasa indonesia, stemcell disebut sebagai sel punca atau sel induk. Sedangkan dalam bahasa kedokteran, stemcell dapat berupa sel unipoten (hanya dapat berubah menjadi satu jenis sel), multipoten (dapat berubah menjadi beberapa jenis sel), atau totipoten (dapat berubah menjadi jaringan apapun). Dengan kemampuan ini, stemcell dapat menyembuhkan sel-sel tubuh yang rusak atau hilang karena penyakit yang berat dengan cara beregenerasi menjadi organ atau jaringan yang rusak tersebut. Ada dua kegunaan stemcell yaitu berdasarkan fungsinya dan riset. Fungsi setelah diaktifkannya stemcell dalam tubuh adalah sebagai berikut: 1) Menambah jumlah peredaran darah dan mempercepat mikro sirkulasi darah sehingga bagi pasien yang stroke, tekanan darah tinggi, leukimia, dan cuci darah akan sembuh. 2) Menambah oksigen dalam darah dan sel sehingga dapat mematikan virus dan bakteri. 3) Mempercepat transportasi nutrisi ke seluruh tubuh. 4) Mempercepat pembersihan dalam tubuh manusia sehingga pasien setelah diterapi stemcell akan lancar buang air besar dan air kecil. 5) Mempercepat metabolisme tubuh. 6) Menambah kinerja sel badan. 7) Mempercepat penyembuhan luka dan patah tulang. 8) Meningkatkan kemampuan anti kanker. Sedangkan peran stemcell dalam riset adalah sebagai berikut: 1) Terapi gen >> sebagai alat pembawa transgen ke dalam tubuh pasien dan selanjutnya dapat dilacak jejaknya apakah stemcell ini berhasil mengekspresikan gen tertentu dalam tubuh pasien. 2) Mengetahui proses biologis yaitu perkembangan organisme dan perkembangan kanker. Melalui stemcell dapat dipelajari perkembangan sel baik sel normal maupun sel kanker. 3) Penemuan dan pengembangan obat baru yaitu untuk mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan. 4) Terapi sel berupa replacement therapy. Oleh karena stemcell dapat hidup di luar organ tubuh manusia misalnya di cawan petri maka dapat dilakukan manipulasi terhadap stemcell itu tanpa mengganggu organ tubuh manusia. Stemcell yang telah dimanipulasi dapat dimasukkan kembali ke dalam organ tubuh untuk menangani penyakit-penyakit tertentu. Salah satu contoh penyakit yang dapat diatasi oleh stemcell adalah penyakit autoimun misalnya pada lupus, artritis reumatoid, dan diabetes tipe 1. Setelah diinduksi oleh growth factor agar hematopoietic stemcel banyak dilepaskan dari sumsum tulang ke darah tepi maka hematopoietic stemcell dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari sel imun matur lalu tubuh diberi agen sitatoksik atau terapi radiasi untuk membunuh sel-sel imun matur yang tidak mengenal self antigen. Setelah itu hema stmcell dimasukkan kembalike tubuh, bersikulasi, dan bermigrasi ke sumsum tulang untuk berdiferensiasi menjadi sel imun matur.

B.       KARAKTERISTIK STEM CELL
   Sel puncak mempunyai 3 karakteristik yaitu:
1.      Belum berdiferensiasi (Undiferentiated)
Stem Cell merupakan Sel yang belum memiliki bentuk dan fungsi spesifik layaknya sel lainnya pada organ tubuh Sel otot jantung (Kardiomiosit), Neuron dan Sel β Pankreas adalah jenis-jenis sel tubuh yang telah memilki bentuk dan fungsi yang spesifik. Sel-sel tsb secara jelas menjalankan Fungsi dari organ yang dibentuknya. Bentuk sel otot jantung mendukung fungsinya untuk berdenyut. Neuron otak juga memiliki bentuk yang memungkinkannya menghantarkan impuls-impuls saraf, sedangkan Sel β Pankreas terdapat dalam susunan jaringan yang disebut sebagai ”Pulau Langerhans” pada pankreas, yang memproduksi hormon insulin.
Berbeda dengan ketiganya, Stem Cell adalah sel yang belum memiliki fungsi khusus, seperti berdenyut, menghantarkan impuls, menghasilkan hormon, ataupun fungsi lainnya. Bukti ilmiah bahkan menunjukkan bahwa populasi stem cell dalam suatu jaringan matur, tampak sebagai suatu populasi sel inaktif. Yang fungsinya baru dilihat dalam waktu dan kondisi tertentu.

2.      Mampu memperbanyak diri (Self Renewal)
Stem Cell dapat melakukan replikasi dan menghasilkan sel-sel berkarakteristik sama dengan sel induknya. Kemampuan memperbanyak diri dan menghasilkan sel-sel yang sama seperti sel induknya ini tidak dimiliki oleh sel-sel tubuh lainnya, seperti sel jantung, otak, ataupun sel pankreas. Itulah sebabnya, apabila jaringan dalam jantung, otak maupun pankreas mengalami kerusakan, maka pada umumnya kerusakan tersebut bersifat Ireversibel.
Populasi Stem Cell dalam tubuh terjaga dengan kemampuannya memperbanyak diri sendiri. Kemampuan ini dapat dilakukan berulang kali, bahkan diduga tidak terbatas, selain itu, kemampuan ini juga dipertahankan dalam jangka waktu yang relatif lama.
3.      Dapat berdiferensiasi menjadi > 1  jenis Sel (Multipoten/Pluripoten)
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Keberadaan Stem Cell sebagai sel yang belum berdiferensiasi ternyata dimaksudkan untuk menjaga kontinuitas regenerasi populasi sel yang menyusun jaringan dan organ tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan kemampuan stem cell untuk berdiferensiasi menjadi sel-sel tubuh yang dibutuhkan.
Kemampuan stem cell dalam berdeferensiasi juga dinilai lebih istemewa dibandingkan sel-sel lain yang jauh lebih matur, karena stem cell mampu berdeferensiasi menjadi >1 jenis sel tubuh. Hal ini berarti stem cell bertsifat multipoten atau pluripoten bergantung pada jenis dari stem cell itu sendiri
Stem cell bersifat Pluripoten bila mampu berdiferensiasi menjadi sel tubuh apapun, yaitu yang berasal dari ketiga lapisan embrional (ektoderm, mesoderm dan endoderm). Dan Stem cell bersifat Multipoten bila hanya mampu berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel yang biasanya berada dalam suatu golongan serupa, seperti sel-sel system hematopoietik ataupun sistem syaraf.
Proses diferensiasi stem cell diduga disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal sel. Faktor internal sel mencakup faktor genetik dan epigenetik, sedangka faktor ekternal sel mencakup kondisi lingkungan sekitar sel, faktor pertumbuhan (grow factor), ataupun bergantung pada kebutuhan jaringan/organ itu sendiri. Hingga saat ini, faktor-faktor yang menentukan terjadinya diferensiasi dari stem cell diteliti.









C.           JENIS-JENIS STEM CELL

1.      Stem Cell Embrionik  (Embryonic Stem Cell)
Stem cell embrionik adalah stem cell yang didapatkan saat perkembangan individu masih berada dalam tahap embrio. Lebih tepatnya, stem cell ini adalah masa sel dalam (dalam bahasa inggris disebut dengan inner cell mass) yang terdapat dalam blastosis. Inner cell mass terbentuk saat embrio usia 3-5 hari, yaitu saat blastosis terbentuk dan akan mengimplantasikan dirinya ke dalam dinding rahim. Dalam tahap perkembangan slanjutnya, sel-sel yang lebih dewasa, yang memiliki kemampuan proliferasi dan diferensiasi yang lebih rebdah dibandingkan stem cell embrionik.
Stem cell embrionik merupakan awal dari seluruh jenis sel dalam tubuh manusia, stem cell embrionik tergolong sebagai stem cell yang bersifat pluripoten. Inilah keistemewaan stem cell embrionik yang sulit disaingi oleh stem cell jenis lain. Dengan dasar sifatnya yang pluripoten, secara logis, tidak ada satupun penyakit degeneratif yang tidak dapat diobati, berbagai riset yang telah diplubikasikan hingga saat ini piun, baik in vivo maupun in vintro, menunjukkan hasil yang mendukung optimisme ini.
Embrionic Stem Cell


2.      Stem Cell dewasa (Adult Stem Cell)
Stem Cell yang ditemukan diantara sel-sel lain yang telah berdiferensiasi, dalam suatu jaringan yang telah mengalami maturasi. Dengan kata lain, Stem cell dewasa adalah sekelompok sel yang belum berdiferensiasi, bahkan kadang ditemukan dalam keadaan inaktif, pada suatu jaringan yang telah memiliki fungsi spesifik dalam tubuh individu. Keberadaan stem cell ini diperkirakan bertujuan untuk menjaga homeostasis jaringan tempatnya berada. Berdasarkan bukti ilmiah yang telah ada, kemampuan diferensiasi stem cell dewasa tergolong Multipoten.
Sel Punca Dewasa merupakan jenis Stem Cells yang terdapat di semua organ tubuh manusia terutama dalam sumsum tulang dan berfungsi melakukan regenerasi untuk mengatasi berbagai kerusakan yang selalu terjadi dalam kehidupan. Setiap saat, tubuh makhluk hidup akan mengalami pengrusakan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal yang semua kerusakan itu akan mengakibatkan nekrosis (kematian jaringan dan sel) dan selanjutnya akan dibersihkan oleh sel-sel makrofag yang beredar dalam darah. Sel punca dewasa sebaliknya dapat berfungsi untuk memperbaiki jaringan atau sel-sel yang mengalami kerusakan tersebut. Sumber sel punca dewasa dapat diambil dari fetus (Fetal Stem Cells), sumsum tulang (Bone Marrow Stem Cells), darah perifer atau tali pusat (Umbilical Cord Blood Stem Cells atau UCB).
Adult Stem Cell
Saat ini hampir seluruh jaringan dan organ tubuh yang telah matur, terbukti mengandung stem cell dewasa. Oleh karena itu, penggolongan stem cell dewasa di lakukan berdasarkan organ atau golongan yang akan menjadi alur diferensiasi, seperti stem cell hematopoietik, stem cell jantung, stem cell jaringan, stem cell syaraf ( neuro stem cell ), stem cell mesenkimal, stem cell kulit, dsb.
D.    KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN TERAPI STEM CELL
1.      Embrionic stem cell
Keuntungan embrionic stem cell :
a.       Mudah didapat dari klinik fertilitas.
b.      Bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi segala jenis sel dalam tubuh.
c.       Immortal. Berumur panjang, dapat berproliferasi beratus-ratus kali lipat pada kultur.
d.      Reaksi penolakan rendah.


Kerugian embrionic stem cell :
a.       Dapat bersifat tumorigenik. Artinya setiap kontaminasi dengan sel yang tak  berdiferensiasi dapat menimbulkan kanker.
b.      Selalu bersifat allogenik sehingga berpotensi menimbulkan penolakan.
c.       Secara etis sangat kontroversial.

2.      Adult stem cell
Keuntungan adult stem cell :
a.       Dapat diambil dari sel pasien sendiri sehingga menghindari penolakan imun.
b.      Sudah terspesialisasi sehingga induksi menjadi lebih sederhana.
c.       Secara etis tidak ada masalah.

Kerugian adult stem cell :
a.       Jumlahnya sedikit, sangat jarang ditemukan pada jaringan matur sehingga sulit mendapatkan adult stem cell dalam jumlah banyak.
b.      Masa hidupnya tidak selama embryonic stem cell.
Bersifat multipoten, sehingga diferensiasi tidak seluas embryonic stem cell yang bersifat pluripoten.

E.     MANFAAT STEM CELL
Stem cell ampuh menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini sulit untuk dipecahkan karena stem cell ini dapat berubah menjadi sel-sel tertentu yang ditempatinya.
Berbagai penyakit yang dapat disembuhkan dengan stem cell antara lain:
1.      Berbagai jenis kanker seperti kanker payudara dan hati
2.      Penyakit jantung
3.      Kelainan darah seperti leukimia dan limphoma
4.      Penyakit gangguan autoimun
5.      Kebutaan
6.      Luka bakar
7.      Diabetes
8.      Osteoporosis
9.      Alzheimer
10.  Parkinson
11.  Penyakit Pankreas

F.       PERSIAPAN PASCA PRE OPERASI DAN POST OPERASI STEM CELL
 Nama untuk Transplantasi Bone Marrow:
 BMT
 Transplantasi, sumsum tulang
 Apa yang Diharapkan Sebelum Prosedur
            Donor akan diuji hati-hati untuk memeriksa penyakit. Baik Anda dan donor akan diuji untuk memastikan bahwa jaringan Anda yang kompatibel.  Agar transplantasi untuk menjadi sukses, spidol tertentu, yang disebut jenis HLS, pada sel darah dan sel-sel tulang sumsum harus sesuai.
 Sebagai penerima, Anda akan diberikan obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh.  Hal ini untuk mencegah tubuh dari menolak sel donor batang.  Pada minggu-minggu sebelum transplantasi, Anda mungkin harus memiliki:
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
            Proses ini disebut "pengkondisian.". Ini akan membersihkan tubuh dari sel yang sakit dan jelas rongga sumsum tulang bagi sumsum tulang baru.
 Anestesi
  • Donor-anestesi umum untuk menghambat rasa nyeri dan menjaga donor tertidur melalui prosedur; diberikan melalui infus di tangan atau lengan
  • Penerima-akan tidak membutuhkan anestesi setiap jam.
 Deskripsi Prosedur
            Jika sel-sel induk akan berasal dari sumsum tulang donor (BMT), dokter akan membersihkan area pinggul donor. Sebuah jarum suntik berongga dan akan digunakan untuk menghapus sumsum tulang. Dokter akan membuat tusukan kecil beberapa.  Hal ini untuk memanen sumsum tulang cukup untuk transplantasi (1-2 liter). Terakhir, luka akan ditutupi dengan perban.
            Jika sel-sel induk akan berasal dari darah donor (PBSC), dokter akan menempel jarum di pembuluh darah besar donor atau vena di lengan. Sebuah mesin akan menerima darah dari vena. Mesin ini akan berputar darah sehingga sel-sel induk terkonsentrasi. Sisa darah akan diberikan kembali ke donor. Dokter akan menutupi luka tusukan dengan perban. Prosedur ini mungkin memerlukan lebih dari satu donor darah. Donor juga mungkin diperlukan untuk mengambil pil yang menyebabkan sel induk lebih dari sumsum tulang untuk pergi ke dalam darah.  Sel-sel induk yang disumbangkan akan disaring. Selanjutnya, dokter akan mengelola sel melalui tabung, kecil fleksibel yang disebut kateter, ke dalam salah satu pembuluh darah besar Anda.
Segera Setelah Prosedur
 Donor akan pulih dengan cepat. Anda, penerima, harus ditempatkan dalam isolasi. Hal ini untuk menghindari infeksi sampai sel-sel induk baru di sumsum tulang mulai memproduksi sel yang melawan infeksi.
 Berapa Lama Diperlukan?
  •  Donor
    •  BMT-Sekitar 30 menit
    • PBSC-beberapa jam
  •  Penerima-beberapa jam
 Berapa Banyak Will It Hurt?
  • Donor:  Jika prosedur dilakukan adalah BMT, maka donor akan memiliki anestesi umum selama transplantasi. Mungkin ada rasa sakit dan ketidaknyamanan setelah efek anestesi habis.
    •  Jika prosedur dilakukan adalah transplantasi PBSC, maka donor akan memiliki rasa sakit dari jarum suntik.
  • . Penerima-Tidak akan ada rasa sakit sementara sel-sel induk infused. Anda mungkin memiliki beberapa mual. Hal ini dapat diobati dengan obat.  Rata-rata Rumah Sakit Tetap           
  •  Donor
    • Untuk BMT-semalam
    • Untuk PBSC-beberapa sumbangan (donasi masing-masing berlangsung beberapa jam)
  • Penerima-1-2 bulan
 Pasca-prosedur Perawatan
Donor dapat menerima:
  • Nyeri obat
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi
Ketika Anda pulih di rumah sakit, Anda mungkin menerima perawatan berikut:         
  • Obat-obatan yang menjaga sistem kekebalan tubuh rendah untuk mengurangi kemungkinan penolakan transplantasi
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi

Trombosit, plasma, dan transfusi sel darah merah untuk mencegah perdarahan dan anemia
  • Tes darah yang sering untuk memantau apakah sel induk baru di sumsum tulang yang mengambil terus atau ditolak